Sidoarjo — Mengenalkan kisah para nabi kepada anak-anak memerlukan pendekatan yang menyenangkan sekaligus mudah dipahami. Berangkat dari semangat tersebut, Yayasan Bintang Qur’an menyelenggarakan kegiatan Safari Kisah Qur’ani pada Jumat (26/6/2026) di TPQ Al Ihsan, Bebekan, Sidoarjo, sebagai penutup kegiatan belajar para santri sebelum memasuki masa liburan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 santri ini menghadirkan Ustadzah Indah Fadllah Rasyidah sebagai pengkisah. Dengan mengangkat tema Hijrah Nabi Muhammad saw., para santri diajak mengenal nilai-nilai perjuangan, keteguhan, dan keberanian dalam berhijrah melalui penyampaian yang interaktif dan dekat dengan dunia anak.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran boneka Sena, seorang tokoh gadis kecil yang menjadi teman berdialog selama sesi bercerita. Melalui teknik ventriloquism, Ustadzah Indah menghadirkan percakapan antara dirinya dan Sena sehingga cerita terasa hidup. Boneka tersebut aktif bertanya, menjawab, bahkan sesekali mengundang tawa para santri dengan tingkah lucunya. Pendekatan ini membuat anak-anak tidak hanya mendengarkan kisah, tetapi juga terlibat langsung dalam alur cerita.
Antusiasme para santri terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti alur cerita, serta berebut kesempatan saat sesi kuis berhadiah. Berbagai hadiah yang disiapkan semakin menambah semangat anak-anak untuk menyimak kisah Hijrah Nabi Muhammad sekaligus memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Tidak hanya menghadirkan edukasi, Safari Kisah Qur’ani juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini. Pada kesempatan tersebut, para santri turut berpartisipasi dalam penggalangan infaq yang nantinya akan disalurkan untuk mendukung program-program penyaluran qur’an ke daerah pelosok. Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak diajak belajar bahwa mencintai Al-Qur’an juga dapat diwujudkan melalui semangat berbagi kepada sesama.
Kepala TPQ Al Ihsan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Safari Kisah Qur’ani menjadi penutup yang sangat berkesan sebelum para santri memasuki masa liburan karena menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus sarat akan nilai-nilai keislaman.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat menarik dan disukai anak-anak. Penyampaian kisahnya interaktif sehingga mereka antusias mengikuti dari awal hingga akhir. Kami juga bersyukur kegiatan ini menjadi penutup pembelajaran sebelum liburan, sehingga para santri tidak hanya pulang membawa keceriaan, tetapi juga membawa pelajaran berharga dari kisah Hijrah Nabi Muhammad,” ungkap beliau.
Melalui Safari Kisah Qur’ani, Yayasan Bintang Qur’an berharap kisah-kisah dalam Al-Qur’an dapat semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Dengan penyampaian yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya didengar, tetapi juga dipahami, dicintai, dan menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.