Bintang Quran
Karantina Tahfidz Batch 2: Tujuh Hari Menguatkan Hafalan, Meneguhkan Kedekatan dengan Al-Qur’an

17 July 2026

Karantina Tahfidz Batch 2: Tujuh Hari Menguatkan Hafalan, Meneguhkan Kedekatan dengan Al-Qur’an

✍ Bintang Quran 0 Komentar

 

Probolinggo — Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menambah hafalan, tetapi juga tentang membangun kedisiplinan, menjaga konsistensi, dan menghadirkan lingkungan yang mendukung proses tersebut. Berangkat dari semangat itulah, Bintang Qur’an kembali menyelenggarakan Program Karantina Al-Qur’an Batch 2 yang berlangsung pada 6–14 Juli 2026 di asrama Bintang Quran, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

 

Dalam mewujudkan program karantina ini, yayasan Bintang Qur’an bermitra dengan Yayasan Karantina Tahfizh Nasional (YKTN), sebuah lembaga yang dikenal mengembangkan metode pembinaan tahfidz secara intensif di berbagai daerah di Indonesia. Dalam pengembangannya, program ini didukung oleh para dewan pakar dan dewan penasihat yang memiliki kiprah panjang di bidang Al-Qur’an, diantaranya KH. Ma’mun Al-Qurthuby, M.Pd., Al-Hafizh, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.Sc., Al-Hafizh, serta Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Kehadiran kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pembinaan tahfiz yang terarah, sistematis, dan berkualitas.

 

Selama tujuh hari, para peserta mengikuti pembinaan intensif dengan jadwal yang telah disusun secara terstruktur. Aktivitas dimulai sejak pukul 03.00 WIB melalui qiyamullail dan persiapan hafalan, kemudian dilanjutkan dengan setoran hafalan, shalat berjamaah, tausiyah, hingga waktu istirahat yang terjadwal. Ritme kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an secara lebih disiplin dan berkesinambungan.

 

Selain sesi hafalan, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas pendukung seperti tadabbur alam dan stretching sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kekuatan spiritual dan kebugaran fisik. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam suasana yang kondusif sehingga peserta dapat lebih fokus menjalani proses menghafal tanpa banyak distraksi.

   

 

Salah satu capaian yang membahagiakan dalam pelaksanaan Karantina Al-Qur’an Batch 2 datang dari salah seorang peserta, Siti Maulidatur Rohmaniyah, yang juga merupakan Duta Santri Sidoarjo. Selama mengikuti program, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebuah pencapaian yang menjadi momen berharga sekaligus bukti bahwa ikhtiar yang dilakukan dengan kesungguhan, lingkungan yang mendukung, dan pendampingan yang tepat dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an.

Keberhasilan tersebut menjadi penyemangat, tidak hanya bagi peserta lain, tetapi juga bagi seluruh tim pembina yang mendampingi proses karantina. Lebih dari sekadar mengejar target hafalan, program ini menghadirkan ruang bagi peserta untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui rutinitas ibadah, kedisiplinan waktu, serta semangat saling menguatkan selama proses pembelajaran berlangsung.

 

Melalui Program Karantina Al-Qur’an Batch 2, Yayasan Bintang Qur’an berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk merasakan pengalaman belajar Al-Qur’an dalam suasana yang fokus, terarah, dan penuh semangat kebersamaan. Program ini diharapkan menjadi salah satu ikhtiar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Topik terkait:

Bagikan artikel: